NASRUN 17 630 006 RPS II DAN III

NAMA            :      NASRUN
NPM          :         17 630 006

DEFINISI DAN RUANG LINGKUP LALU LINTAS
Ø    Rekayasa lalulintas, bidang yang relatif masih baru dari semua bidang yang tercakup dalam ruang lingkup Teknik Sipil.
Ø    bidang ilmu ini memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembangunan dan pengolahan prasarana terutama pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan transportas
  1. Berikut ini adalah definisi-definisi dari Institute of Transportation Engineer, USA.
  •   Rekayasa Lalulintas (Traffic Engineering); adalah suatu tahap dari Rekayasa Transportasi yang menyangkut perancangan, perencanaan geometri dan operasi lalulintas dari segala macam jalan, jaringan jalan, terminal, tanah sekitarnya serta hubungan dengan jenis angkutan lain.
  • Institute of Civil Engineers, England memberikan definisi Rekayasa Lalulintas adalah sebagai bagian dari kerekayasaan yang berhubungan dengan perencanaan lalulintas dan perencanaan jalan, lingkungan dan fasilitas parkir dan dengan alat-alat pengatur lalulintas guna memberikan keamanan, kenyamanan dan pergerakan yang ekonomis bagi kendaraan dan pejalan kaki.
 2. Definisi dari Institute of Transportation Engineer, USA dapat diambil bagian-bagian penting dari transportasi, yaitu
  • Angkutan adalah perpindahan barang dan atau orang dari suatu tempat (Asal atau Origin) ke tempat lain ( Tujuan atau Destination) untuk memperoleh nilai tambah.
  •   Lalulintas adalah pergerakan dari sarana-sarana angkutan pada waktu kurang lebih bersamaan disuatu tempat dalam ruang lalulintas.
  • Transportasi adalah kesatuan pengertian dari angkutan dan lalulintas.
  •  Dalam pengertian 'Angkutan' yang menjadi pokok pengertian/pembahasan adalah 'Muatan' sedangkan dalam lalulintas sesungguhnya merupakan wujud fisik nyata dari angkutan.
3. Ruang lingkup Rekayasa lalulintas dalam prakteknya mencakup 5 bagian penting sebagai berikut:
  • Studi Karakteristik Lalulintas
Ø  Faktor-faktor kendaraan dan manusia
Ø  Volume lalulintas, kecepatan dan kerapatan
Ø  Arus lalulintas, kapasitas jalan dan persimpangan
Ø  Pola perjalanan, faktor pertumbuhan dan asal-tujuan lalulintas
Ø  Faktor-faktor mengenai parkir dan terminal
Ø  Pelayanan fasilitas dan pemakaiannya
Ø  Analisis kecelakaan lalulintas
  • Perencanaan Transportasi meliputi
Ø  Studi transportasi regional
Ø  Perencanaan jangka panjang mengenai jaringan jalan, sistem transportasi umum, terminal dan parker
Ø  Perencanaan khusus pembangunan, peningkatan atau penyebaran kembali lalulintas
Ø  Studi tentang dampak lingkungan
Ø  Penelitian faktor-faktor sistem transportasi dan perilaku pemakai jalan pada suatu sistem lalulintas.
  •  Perencanaan Geometrik Jalan
Ø  Penerapan rekayasa lalulintas pada perencanaan geometrik jalan meliputi:
Ø  Perencanaan jalan baru, dimana jumlah kendaraan yang direncanakan akan melaluinya serta kecepatan rencana, direncanakan pada analisis rekayasa lalulintas, demikian juga dengan perencanaan alinyemen horizontal, vertikal, kelandaian, kemiringan dan potongan melintang jalan.
Ø  Perancangan ulang jalan dan persimpangan lama untuk meningkatkan kapasitas dan keamanan.
Ø  Perencanaan parkir dan terminal
Ø  Penetapan standar-standar untuk jalan raya.
  • Operasi lalulintas
                Operasi lalulintas dilaksanakan oleh pejabat yang berwenang dengan cara menerapkan alat-alat kontrol lalulintas agar sesuai dengan standar dan ketentuan lainnya. Penerapan dapat dilakukan melalui:
Ø  Peraturan Perundang-undangan
Ø  Alat-alat kontrol
Ø  Standar dan ketentuan
  • Administrasi
                Untuk mencapai tujuan dari rekayasa lalulintas dibutuhkan sejumlah administrasi yang meliputi:
Ø  Organisasi yang berwenang menjalankan tugas pengaturan lalulintas
Ø  Kantor pelaksana harian
Ø  Hubungan antar instansi terkait
Ø  Administrasi lanjutan yang mengelola anggaran, kebutuhan personil untuk perubahan administrasi atau organisasi
Menurut Homburger & Kell (1981):
Rekayasa lalu lintas adalah sesuatu penanganan yang berkaitan dengan perencanaan, perancangan geometrik dan operasi lalu lintas jalan raya serta jaringannya, terminal, penggunaan lahan serta keterkaitannya dengan mode transportasi lain.
Menurut Blunden (1981):
Rekayasa lalu lintas adalah ilmu yang mempelajari tentang pengukuran lalu lintas dan perjalanan, studi hukum dasar yang terkait dengan arus lalu lintas dan bangkitan, dan penerapan ilmu pengetahuan professional praktis tentang perencanaan, perancangan dan operasi sistem lalu lintas untuk mencapai keselamatan dan pergerakan yang efisien terhadap orang dan barang.
Menurut Jones, et.all (USDoT, 1978):
Manajemen lalu lintas adalah suatu kegiatan yang melakukan koordinasi masing-masing individu kategori pemakai jalan melalui sistem pengoperasian, regulasi dan kebijakan palayanan sehingga dapat mencapai efisiensi dan produktivitas yang maksimum pada keseluruhan sistem.
Dalam operasinya, lalu lintas terdiri atas beberapa komponen utama untuk dapat bermakna sebagai suatu lalu lintas yang disebut dengan istilah sistem lalu lintas. Sistem lalu lintas pada dasarnya terdiri atas tiga komponen utama yaitu: jalan, manusia, dan kendaraan. Bahkan secara lebih luas sistem lalu lintas merupakan bagian dari sistem yang lebih luas yaitu sistem transportasi.
Sasaran secara umum dari traffic engineering adalah penggunaan prinsip- prinsip ilmiah, alat-alat, cara-cara, teknik-teknik, dan penemuan-penemuan untuk mengatur lalu lintas sedemikian sehingga dapat dijamin pergerakan manusia dan barang dengan aman, cepat, leluasa dan nyaman. Untuk mendapatkan hasil yang optimal traffic engineering harus menentukan langkah-langkahnya dalam penggunaan ketentuan-ketentuan di atas berdasarkan landasan-landasan:
  a)     Menentukan obyek yang dilayani
       b)     Menentukan keuntungan yang akan didapat dan konsekuensi yang harus ditanggung masyarakat.
       c)     Menentukan perjanjian-perjanjian/kompromi yang dipakai untuk pemilihan alternatif
       d)     Menentukan alternatif mana saja yang harus dipertimbangkan
     e)    Menentukan perimbangan antara batas pelayanan yang harus dicapai dengan besarnya sumber yang dipakai
    f)   Menentukan perimbangan antara derajat ketelitian hasil dan tingkatan sosial, ekonomi, dan teknologi masyarakat
Untuk pengangkutan diperlukan alat-alat angkutan, dan pergerakan dari alat-alat angkut tersebut secara keseluruhan menimbulkan lalu lintas, jadi dengan kata lain lalu lintas adalah keturunan kedua dari kebutuhan akan angkutan. Pada masyarakat agraris yang masih primitif kebutuhan akan angkutan adalah sangat kecil. Dengan meningkatnya aktivitas masing-masing anggota masyarakat tersebut, sehingga terjadi surplus. Surplus lain. Dengan demikian timbullah apa yang dinamakan market economic society. Dalam masyarakat yang demikian diperlukan tempat pengumpulan hasil produksi dan tempat untuk pemasaran, karenanya diperlukan angkutan. Maka dalam hal tersebut angkutan jalan raya adalah yang paling tepat. Dalam perkembanganya surplus mungkin diperlukan atau harus ditukarkan dengan surplus dari satuan masyarakat yang lebih jauh, sehingga diperlukan angkutan jarak jauh, dalam hal ini, angkutan kereta api atau angkutan air adalah sangat sesuai. Perkembangan teknologi didapat misalnya dengan adanya pertambangan, industri dan lain-lain., yang mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan angkutan yang bermacam-macam, sehingga timbul jenis-jenis angkutan pipa, conveyor dan lain-lain.
Perkembangan masyarakat dapat diukur dari income per kapita, yang dapat dinyatakan dalam GNP/jml penduduk. Kebutuhan akan angkutan dapat dinyatakan dalam kendaraan x kilometer. Di dalam suatu masyarakat yang berkembang secara normal, dan di mana distribusi pendapatan juga normal yaitu mengikuti lengkung distribusi Gauss (perkembangan normal adalah perkembangan yang menuruti logistic curve: dx/dt = cx (a – x), dapatlah secara kualitatif dianalisis hubungan antara tingkat kebutuhan angkutan dengan tingkat perkembangan ekonomi yang bersangkutan. 

Komentar

Postingan Populer